ingat sama salah satu artikel di forum kenamaan indonesia, yang juga cerita masalah ini. 'setan pun masuk masjid' begitulah seingat saya, eits.. ini bukan berarti setan mau tobat, tapi baca dulu deh, begini ceritanya.
dikisahkan ada seorang ahli ibadah yang sedang berada di masjid dan mendapati setan yang sedang berdiam di dalam masjid. sang ahli ibadah bertanya kepada si setan,"ada maksud apa kau berada di sini,setan? apa kau mau bertaubat?"
setan menjawab," tidak, aku tak ingin bertaubat.
"lantas, apa yang ingin kau lakukan di dalam masjid ini?" tanya sang ahli ibadah
"Aku hanya menjaga sajadah ini," kata setan
"menjaga sajadah? memang apa untungnya kau menjagah sajadah?" tanya sang ahli ibadah
"begini, sajadah ini adalah barang perdaganhan tuanku, seorang pengusaha karpet yang sangat terkenal. aku telah mempengaruhinya untuk membuat sajadah yang seperti aku jaga ini, ya sajadah yang berukuran sangat lebar ini", terang setan
"dari sajadah yang lebar ini aku mempengaruhi sang pemilik sajadah untuk memakainya sendiri sehingga tidak untuk dipakai bersama dengan orang yang di sebelahnya saat ia melakukan shalat berjamaah di masjid. pada saat itulah aku akan masuk di sela-sela mereka untuk mengganggu mereka yang shalat berjamaah." lanjut si setan.
"Astaghfirullahaladzim, Nauduzubillah.. engkau tetap setan yang tidak berubah," kata sang ahli ibadah.
jadi.. dari kisah di atas mestinya kalau kita shalat berjamaah shaf kita harus benar-benar rapat. yah kira-kira kaki kita selebar bahu, sehingga orang yang ada di sebelah kita bisa merapat ke kita dan tidak ada celah lowong untuk dimasuki setan. dan ingat "kesempurnaan shaf kita termasuk kesempurnaan shalat berjamah"
more..